Pengertian Zakat Fitrah, Hukum, Doa, dan Niat Zakat Fitrah

3 min read

Pengertian Zakat Fitrah, Hukum, Doa, dan Niat Zakat Fitrah

Zakat Fitrah – Membayar zakat fitrah bagi umat Islam di seluruh penjuru dunia adalah salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan di bulan Ramadhan. Namun demikian, seseorang yang diwajibkan untuk membayar zakat pada dasarnya sudah ditentukan sesuai syariat Islam. Seseorang yang wajib membayar zakat fitrah ini masuk dalam syarat wajib zakat fitrah.

Zakat wajib dikeluarkan dalam satu tahun sekali, tepatnya diawal bulan Ramadhan hingga batas sebelum dilaksanakannya sholat hari raya Idul Fitri. Meskipun bersifat wajib, tetapi bagi golongan tertentu. Tujuannya, agar tidak memberatkan golongan yang tidak mampu dan agar mereka mendapat hak – hak sebagaimana mestinya. Pada dasarnya seseorang yang diwajibkan membayar zakat ini adalah mereka yang mampu dalam mencukupi kehidupannya.

Hukum Zakat Fitrah yang Harus Diketahui

Hukum Zakat Fitrah yang Harus Diketahui
Photo by Kalteng.tribunnews.com

Seperti yang sudah kami singgung di atas, bahwa zakat hukumnya wajib bagi umat Islam di seluruh penjuru dunia, khususnya bagi mereka yang mampu. Besaran zakat yang harus dibayarkan adalah sebesar satu sha’ yang nilainya sama dengan 2.5 kg berat, kurma, gandum, sagu, dan lain sebagainya, atau sekitar 3.5 liter beras yang disesuaikan dengan konsumsi perorangan sehari – hari.

Ketentuan tersebut didasarkan pada hadits sahih yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Bukhari, Muslim, dan Nasa’I dari Ibnu Umar bahwasannya ‘Rasulullah telah mewajibkan membayar zakat satu sha’ kurma, atau sha’ gandum kepada hamba sahaya, orang yang merdeka, laki – laki, perempuan, anak – anak, dan orang dewasa dari kaum muslim’.

Mengetahui Waktu Membayar Zakat Fitrah

Mengetahui Waktu Membayar Zakat Fitrah
Photo by Zakat.or.id

Zakat pada dasarnya harus dibayarkan atau dikeluarkan di bulan Ramadhan, paling lambat sebelum orang – orang selesai dalam menunaikan sholat Ied. Apabila waktu penyerahan melewati bahasan tersebut, itu artinya yang diserahkan tidak termasuk dalam kategori zakat, akan tetapi sama seperti sedekah biasa.

Hal demikian sudah tercantum dalam hadits Rasulullah SAW yang berbunyi, ‘Barang siapa yang menunaikan zakat fitrah sebelum sholat Ied, maka zakatnya diterima dan barang siapa yang menunaikannya setelah sholat Ied, maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah’. (HR. Abu Daud).

Siapa yang Wajib Membayar Zakat Fitrah?

Siapa yang Wajib Membayar Zakat Fitrah?
Photo by Jambi.tribunnews.com

Pengertian zakat sendiri merupakan ibadah yang diwajibkan kepada mereka yang masuk dalam golongan tertentu, tidak semua umat Islam di dunia. Apabila semua terkena kewajiban tersebut, tentu saja akan sangat memberatkan bagi beberapa golongan. Di bawah ini adalah golongan yang diwajibkan untuk membayar zakat penting untuk Anda ketahui.

  • Umat muslim yang masih hidup setelah terbenamnya matahari akhir Ramadhan. Apabila sudah meninggal setelah matahari terbenam, maka ia tetap terkena kewajiban zakat. Hal ini tentu saja berbeda dengan anak yang terlahir setelah terbenamnya matahari, maka ia tidak diwajibkan untuk membayar zakat.
  • Mereka yang memiliki kesanggupan dan kemudahan, juga mereka yang memiliki makanan melebihi kebutuhannya untuk hari raya.
  • Seseorang harus membayar zakat baik untuk dirinya sendiri atau pun orang lain yang menjadi tanggungannya. Dalam hal tersebut meliputi istri, anak, saudara. Seseorang harus menanggung zakat dirinya beserta orang yang wajib dinafkahi.
  • Seseorang tidak diwajibkan untuk membayar zakat adalah budak, kerabat, dan istrinya yang kebetulan beragam non-muslim sekalipun mereka wajib dinafkahi.

Ketentuan Zakat Fitrah Dalam Ajaran Agama Islam

Ketentuan Zakat Fitrah Dalam Ajaran Agama Islam
Photo by Batam.tribunnews.com

Penting sekali untuk Anda tahu bahwa dalam hadits yang diriwayatkan oleh Mutttafaq ‘alaih disebutkan bahwasannya, ‘Dari Ibnu Umar radliyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mewajibkan untuk zakat fitrah sebanyak satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum, baik itu kepada budak, orang merdeka, orang laki-laki, orang perempuan, anak kecil serta orang dewasa yang dari kalangan muslim. Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan zakat tersebut untuk ditunaikan sebelum orang-orang keluar untuk mengerjakan sholat idul fitri’.

Lalu untuk besaran zakat yang harus dibayarkan sedniri seperti yang sudah kami sebutkan di atas, yakni satu sha’ kurma atau pun gandum. Jadi apabila dikonversikan ke dalam kologram, itu artinya 2.5 kg dan jika dikonversikan lagi ke dalam satuan liter berarti 3.5 liter. Takaran dalam membayar zakat tidak boleh dikurangi atau kurang, tetapi boleh dilebihkan.

Dengan ketentuan zakat yang disesuaikan dengan makanan pokok yang ada di tempat bersangkutan, sebab di Indonesia digunakan nasi atau berat, sehingga Anda bisa membayarkan beras sebagai zakat sebanyak 2.5 kg.

Mengetahui Siapa Saja yang Berhak Menerima Zakat Fitrah

Mengetahui Siapa Saja yang Berhak Menerima Zakat Fitrah
Photo by Liputan6.com

Seseorang yang berhak menerima zakat pada dasarnya sudat dijelaskan secara terperinci dan jelas oleh Allah SWT dalam Al-Quran surat At Taubah ayat 60. Dimana dalam surat tersebut telah disebutkan bahwasannya seseorang yang berhak menerima zakat diantaranya sebagai berikut.

  • Orang miskin
  • Orang fakir
  • Pengurus zakat atau amil
  • Budak
  • Mualaf
  • Seseorang yang sedang terlilit hutang
  • Seseorang yang sedang berjuang di jalan Allah SWT
  • Seseorang yang sedang melakukan perjalanan jauh, dimana perjalanan yang dilakukan tersebut bukan perjalanan maksiat

Seseorang yang berhak menerima zakat disebut sebagai mustahiq. Cara bayar zakat fitrah sendiri cukup dengan datang langsung menemui mereka yang berhak menerimanya, atau pun dengan membayarkannya lewat amil zakat.

Bacaan dan Niat Bayar Zakat Fitrah

Bacaan dan Niat Bayar Zakat Fitrah
Photo by Dream.co.id

Zakat untuk diri sendiri

Bacaan : Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an nafsi fardhan lillahi ta’ala

Artinya : Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta’ala.

Zakat untuk istri

Bacaan : Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an zaujati fardhan lillahi ta’ala

Artinya : Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta’ala.

Zakat untuk anak laki – laki

bacaan : Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an waladi fardhan lillahi ta’ala

Artinya : Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku…. (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta’ala.

Zakat untuk anak perempuan

Bacaan : Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an binti fardhan lillahi ta’ala

Artinya : Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku…. (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta’ala.

Zakat untuk diri sendiri dan keluarga

Bacaan : Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri anni wa an jami’i ma yalzimuniy nafaqatuhum syar’an fardhan lillahi ta’ala

Artinya : Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku, fardu karena Allah Ta’ala.

Zakat untuk orang yang diwakilkan

Bacaan : Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an (……) fardhan lillahi ta’ala

Artinya : Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk… (sebutkan nama spesifik), fardu karena Allah Ta’ala.

Demikian informasi yang bisa kami bagikan tentang pengertian zakat fitrah, hukum, doa, dan niat zakat fitrah. Semoga bermanfaat.

Niat dan Tata Cara Sholat Dhuha Lengkap, Beserta Bacaan …

Trisna Wati
3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *