Suku Dayak : Sejarah, Kebudayaan, dan Adat Istiadat Secara Lengkap

3 min read

Suku Dayak : Sejarah, Kebudayaan, dan Adat Istiadat Secara Lengkap

Suku Dayak – Seperti yang kita tahu bersama bahwa Indonesia pada dasarnya membentang dari Sabang hingga ke Merauke. Sehingga yang demikian tersebut membuatnya memiliki keberagaman suku di masing – masing pulaunya. Salah satu sukunya akan kami bahas dalam artikel kali ini, yakni suku Dayak yang berasal dari Kalimantan. Secara umum, Dayak adalah salah satu suku tertua yang ada di Indonesia.

Kata Dayak sendiri ternyata memiliki artian yang cukup mendalam, yakni seperti pendalaman atau sesuatu yang ada kaitannya dengan sungai. Tentunya yang demikian tersebut bukan tanpa alasan, sebab nenek moyang yang berasal dari Mongolia yang menyeberangi sungai untuk bisa sampai menuju Pulau Borneo.

Sejarah Suku Dayak

Sejarah Suku Dayak
Photo by Netsains.net

Perlu untuk diketahui bahwa sebenarnya Dayak bukanlah nama sebuah suku. Dayak disebut sebagai ‘Orang Dayak’, yang mana kalau dalam bahasa Kalimantan-nya sendiri memiliki artian sebagai ‘Orang Pedalaman’. Yang dimaksud dengan Orang Dayak, itu artinya bukan dikhususkan untuk sebuah suku saja, melainkan bermacam – macam suku, contohnya Dayak Hiban, Dayak Benua, Dayak Kenyah, Dayak Tunjung, dan Dayak Bahau juga masih ada banyak lagi lainnya.

Sudah sejak lama, tepatnya sebelum abad yang ke-20, suku Dayak sama sekali belum mengenal agama Samawi, baik itu Islam, atau pun yang lainnya. Suku Dayak hanya memiliki kepercayaan kepada leluhur mereka, binatang, bebatuan, dan isyarat alam yang ditafsirkan mirip seperti agama Hindu. Dimana dalam kehidupan sehari – harinya, suku Dayak biasanya juga memiliki kepercayaan kepada berbagai macam pantangan, sesuai dengan tanda dari alam.

Tidak hanya, itu suku Daya juga memiliki pantangan untuk berbaur dengan masyarakat di suku lain. Tidak heran jika pada akhirnya hal tersebut membuat mereka selalu dihantui dengan rasa ketidaktenangan yang membuatnya selalu berpindah – pindah, mulai dari hutan satu ke hutan lain. Dan dari gua satu ke gua lain, dan begitu seterusnya.

Dayak Punan adalah suku yang bisa dibilang paling eksklusif atau sangat primitif jika dibandingkan dengan suku – suku lainnya. Suku Punan bahkan sangat sulit berkomunikasi dengan masyarakat umum. Kebanyakan dari suku Punan tinggal di hutan yang lebat atau di gua – gua. Sebenarnya ini bukan murni kesalahan tersebut, karena mereka hanya mengikuti pantangan dari para leluhur, apabila mereka menghianati pantangan tersebut maka akan celaka.

Kebudayaan Suku Dayak

Kebudayaan Suku Dayak
Photo by Kabare.id

Pakaian adat

Pakaian adat suku Daya pada dasarnya dibagi menjadi dua bagian, yakni pakaian adat untuk kaum laki – laki dan perempuan. Untuk kaum laki – laki sendiri pakaian adatnya biasanya diberi nama ‘Sapei Sadaq’. Ciri pakaian adat Dayak laki – laki adalah memakai ikat kepala yang dibuat dari pandan dan biasanya digunakan oleh kaum laki – laki yang sudah tua. Lalu untuk atasannya sendiri berupa baju rompi dan bawahan berupa cawat atau yang biasanya disebut dengan abet kaoq juga mandau. Sementara itu untuk kaum perempuannya sendiri dinamakan dengan ‘Ta’a’.

Rumah adat

Rumah adat Dayak diberi nama sebagai ‘Rumah Bentang atau Rumah Panjang’. Ini merupakan rumah adat khas Kalimantan yang bisa ditemui di wilayah penjuru Kalimantan atau tepatnya ada di hulu sungai yang menjadi pusat tempat tinggal masyarakat Dayak. Lalu untuk bentuk dan ukurannya sendiri ternyata ada banyak sekali macamnya, ada yang berukuran 15 meter dengan lebar 30 meter, dan lain – lain.

Tarian adat

Sementara itu untuk tarian adat Dayak ada tiga macam, antara lain sebagai berikut, Tari Hudoq, tari Kancet Papatai, dan Tari Leleng. Masing – masing tarian tentunya memiliki ciri khas dan maksud yang berbeda – beda.

Alat musik

Tidak jauh berbeda dengan suku lainnya yang ada di Kalimantan, suku Dayak juga memiliki alat musik khas yang sering dimainkan. Antara lain ada Garantung dan Gadang. Alat musik dari suku Dayak tersebut biasanya digunakan untuk mengiringi tarian dan lagu yang dinyanyikan.

Upacara adat

Upacara adat juga cukup terkenal di suku satu ini, yakni upacara Tiwah. Ini merupakan ritual atau upacara yang akan dilakukan untuk mengantarkan tulang – tulang orang yang meninggal ke Sandung atau Rumah Kecil yang sudah dibuat. Bagi Dayak, upacara adat tersebut adalah upacara yang sangat sakral. Upacara ini juga diiringi dengan tarian, suara gong, dan hiburan lainnya.

Bahasa adat

Bahasa suku Dayak adalah bahasa Austronesia yang pertama kalinya masuk dari bagian utara Kalimantan, kemudian menyebar hingga ke area pendalaman, gunung – gunung, dan pulau di Sumudera Pasifik. Pada akhirnya bahasa masyarakat Dayak pun alami perkembangan seiring dengan datangnya orang – orang Melayu dan juga orang – orang dari tempat lain.

Makanan kekhasannya

Sama seperti suku atau daerah lainnya, suku Dayak juga memiliki makanan kekhasannya, antara lain Juhu Singkah, Karuanga, dan Wadi. Makanan khas Dayak tersebut didapatkan dan dikhaskan dari menulusuri objek yang ada di hutan. Dayak bahkan juga mengenal bumbu masak yang sederhana sekali.

Adat Istiadat Suku Dayak

Adat Istiadat Suku Dayak
Photo by Kaltim.tribunnews.com

Upacara Tiwah

Ini adalah salah satu acara adat suku Dayak yang cukup terkenal sekali. Seperti yang sudah kami singgung di atas, bahwa upacara Tiwah merupakan ritual yang dilaksanakan untuk mengantar tulang – tulang orang yang sudah meninggal untuk menuju ke Sandung yang telah dibuat. Sandung sendiri adalah rumah kecil yang memang dibuat khusus bagi mereka yang sudah meninggal.

Tari Kancet Papatai

Ini adalah seni budaya dalam bentuk tarian perang. Tarian tersebut bercerita mengenai salah seorang pahlawan suku Dayak Kenyah yang sedang berperang untuk mengalahkan musuh. Tarian adat Dayak tersebut bahkan menggambarkan mengenai keberanian para laki – laki atau ajai suku Dayak Kenyah saat berperang.

Dunia Supranatural

Pada dasarnya Dunia Supranatural bagi suku satu ini memang sudah ada sejak dulu, hingga akhirnya menjadi ciri khas dari kebudayaan suku Dayak itu sendiri. Penting untuk Anda tahu bahwa dikarenakan kegiatan supranatural tersebut orang dari luar negeri menyebut Dayak sebagai pemakan manusia atau yang biasanya disebut dengan kanibal. Tapi meskipun demikian suku Dayak bukan seperti itu, sebenarnya suku satu ini sangat cinta perdamaian asalkan mereka tidak diganggu dan ditindas secara semena – mena.

Manajah Antang

Pada dasarnya kekuatan supranatural suku Dayak di Kalimantan ada banyak sekali jenisnya, salah satu contohnya adalah Manajah Antang. Ini merupakan satu cara untuk mencari petunjuk seperti mencari keberadaan musuh yang sulit ditemukan dari arwah para leluhur dengan menggunakan media burung antang. Jadi, di mana pun musuh yang dicari pastinya akan dapat ditemukan juga.

Mangkok Merah

Ini adalah media persatuan suku Dayak. Mangkok Merah beredar apabila orang Dayak merasa kedaulatan mereka sedang alami bahaya yang besar. Panglima perang atau yang biasanya disebut dengan pangkalima akan mengeluarkan isyarat siaga berupa Mangkok Merah yang diedarkan dari desa ke desa secara cepat sekali.

Demikian informasi yang bisa kami bagikan tentang suku dayak, sejarah, kebudayaan, dan adat istiadatnya secara lengkap. Semoga bermanfaat.

Sejarah Sumpah Pemuda, Tekad Anak Bangsa Bersatu Demi Kemerdekaan

Trisna Wati
3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *