Contoh Naskah Drama Singkat Dengan Berbagai Tema

5 min read

Contoh Naskah Drama Singkat Dengan Berbagai Tema

Naskah Drama – Apa itu naskah drama? Naskah drama atau yang juga disebut dengan teks drama adalah karya sastra yang berisikan cerita mengenai suatu peristiwa. Tidak jauh berbeda seperti cerpen (cerita pendek) atau novel. Namun demikian, yang membedakan antara ketiga hal tersebut yakni kalau cerpen dan novel biasanya ditulis dalam bentuk naratif dan memenuhi semua halaman, mulai dari sisi kanan dan kiri. Sementara itu untuk naskah drama sendiri biasanya ditulis dalam dialog antar tokoh dan anotasi atau penjelasan lakuan tokoh.

Cara Menulis Naskah Drama

Cara Menulis Naskah Drama
Photo by Idntimes.com

Menentukan ide cerita

Langkah pertama yang harus Anda lakukan untuk menulis naskah drama adalah menentukan ide cerita terlebih dulu. Ide cerita adalah gambaran cerita secara umum. Ide cerita dalam naskah drama biasanya berupa sebuah konflik atau masalah. Ide cerita bisa didapatkan dari mana saja, baik itu dari kehidupan sehari – hari, cerpen, cerita rakyat, novel, film, dan lain sebagainya.

Membuat sinopsis cerita

Selanjutnya Anda bisa menuliskan ide cerita tersebut ke dalam sinopsis pendek. Panjang sinopsis yang harus Anda tulis adalah setengah atau satu halaman. Sinopsis ini biasanya berisikan gambaran secara umum dari ide cerita yang sudah didapatkan. Silakan Anda ceritakan saja peristiwa yang sedang terjadi yang menjadi sumber cerita. Dari sanalah Anda bisa memperkirakan siapa saja yang akan menjadi pelaku atau tokoh ceritanya, dan dimana saja tempat kejadiannya serta kapan terjadinya. Bahkan dari sini juga Anda bisa menentukan alur yang diinginkan.

Mulai menulis

Pada langkah berikut ini Anda bisa menuliskan apa saja yang berpikir pertama kalinya dalam benakmu. Tak perlu khawatir salah, sebab masih ada banyak waktu untuk merevisinya. Yang paling penting di sini adalah menuliskan tulisanmu tersebut berdasarkan sinopsis yang sudah dibuat.

Merevisi

Langkah terakhir adalah memperbaiki atau merevisi naskah drama yang telah dibuat, mulai dari ejaan, tanda baca, dan masalah ide cerita. Cerita dalam naskah drama yang Anda buat bisa saja berkembang dan berubah sesuai berkembangnya pemahaman. Tetapi demikian, juga ada hal yang harus diingat pula dari proses revisi yakni Anda harus menentukan kapan saat berhenti untuk merevisi.

Contoh Naskah Drama Singkat Dengan Berbagai Tema

Contoh Naskah Drama Singkat Dengan Berbagai Tema
Photo by Ilmunesia.com

Komedi Lima Orang

Siang itu lima sekawan yakni Danu, Dina, Dita, Didi, dan Dadang sepakat untuk mengerjakan tugas sepulang sekolah bersama.

Dita : Nanti kita kerjakan tugas di tempat biasa ya teman-teman.

Didi : Di balai desa atau di rumah Danu?

Dita : Di balai desa saja.

Dina : Baiklah teman-teman, kalau begitu saya pulang ganti baju dan makan dulu baru saya ke balai desa.
Setelah mereka semua pulang ke rumah masing-masing dan jam menunjukkan pukul empat sore, Dina, Dita, dan Didi segera berangkat menuju balai desa. Hanya Danu yang tidak berangkat karena sepulang sekolah ia tertidur pulas dan lupa jika sudah sepakat mengerjakan tugas.

*Di balai desa*

Didi : Danu mana ya? Sudah hampir jam lima dia tak kunjung datang.

Dina : Jangan-jangan dia lupa jika sekarang kita akan mengerjakan tugas?

Dita : Atau mungkin dia mengira kalau kita akan mengerjakan tugas di rumahnya. Sebaiknya kita ke rumahnya mungkin dia sudah menunggu kita.

Dadang : Mungkin dia ada urusan tetapi lupa memberitahu kita. Kita tunggu saja disini sembari menyelesaikan separuh tugas.

Mereka berempat mengerjakan tugas bersama terlebih dahulu sembari menunggu kedatangan Danu. Setelah jam tangan Dadang menunjukkan angka pukul 5:30 sore, terlihat dari jauh anak laki-laki terengah-engah berlari membawa tas.

Didi : Tuh kan, Danu baru kemari.

Dina : Eh.. iya. Tetapi kenapa dia berlari seperti dikejar hantu dan memakai seragam sekolah?

Danu : Teman-teman? Sedang apa kalian sepagi ini di balai desa? Apa kalian tidak takut terlambat kesekolah?

Seketika Dita, Dina, Didi dan Dadang tertawa terbahak-bahak.

Dita : Ini masih sore, Danu. Pasti kamu baru bangun tidur kan?

Dina : Makanya Dan, kita dilarang tidur sampai hampir petang.

Wajah Danu memerah disertai rasa malu dan menyesal.

Persahabatan Enam Orang

Siang itu ketika jam istirahat sekolah berbunyi, Ari, Dian, Mala, Winda, dan Haris memesan makanan di kantin sembari mengobrol bersama.

Mala : Kalian tahu tidak kenapa Dika tidak masuk sekolah selama tiga hari? Apa dia sakit?

Haris : Terakhir saya melihat Dika kemarin sore duduk termenung di teras rumahnya ketika saya hendak ke warung dekat rumahnya. Saya sempat bertanya kenapa dia merenung dan tidak masuk sekolah. Dia hanya menjawab tidak apa-apa dan beralasan jika akhir-akhir ini dia selalu kesiangan.

Dian : Hmm, tidak mungkin Dika kesiangan terus menerus, dia kan anak rajin selalu bangun sebelum azan subuh. Jangan-jangan Dika sedang ada masalah tetapi dia tidak ingin menceritakan pada kita?

Winda : Ohiya saya ingat, tiga hari yang lalu sepulang sekolah, ibuku bercerita kalau dia melihat Dika di pasar sedang membantu ibunya berjualan. Bukankah hari itu dimana hari pertama Dika tidak masuk sekolah?

Ari : Sebaiknya, sepulang sekolah nanti kita mengunjunginya untuk mengetahui apa yang terjadi pada Dika.

Winda, Haris, Mala, dan Dian setuju dengan usulan Ari. Sore harinya mereka berkumpul dan berangkat bersama menuju rumah Dika. Disana mereka menemukan Dika sedang merapikan barang dagangan ibunya.

Dika : Teman-teman ada apa ya? Kenapa kalian mendadak kemari? Mari duduk dahulu.

Dian : Kami hanya ingin memastikan alasan kenapakamutidak masuk sekolah selama tiga hari berturut-turut karena kami semua tahu bahwa kamu sahabatkami yang paling rajin dan kami curiga kalau kamu sedang ada masalah.

Ari : Sebaiknya kamu menceritakan kepada kami apamasalahmu sebenarnya, Dik.

Dika : Maaf sebelumnya teman-teman, saya tidak ingin menceritakan karena malu dan tidak ingin menyusahkan kalian. Saya bekerja membantu Ibu untuk meringankan biaya sekolah karena saya terancam tidak bisa membayar uang SPP dan saya kasihan melihat Ibu saya bekerja sendiri.

Mala : Kalau begitu besok sore kami akan membantu berkeliling menjualkan sebagian daganganmu. Bagaimana teman-teman?

Haris : Saya setuju!

Winda : Ibuku sering membeli dagangan Ibumu karena ikan dan sayurnya selalu segar. Jajanan pasarnya juga lezat. Nanti saya tanyakan pada Ibu untuk menawarkan jajanan Ibumu kepada teman-teman arisannya.

Dika : Terimakasih ya sahabatku, kalian memang sahabat sejatiku.

Tujuh Orang

Di sebuah desa tinggalah sepasang suami-istri yang sudah tua.Mereka tinggal berdua karena anak-anak mereka semuanya pergi ke perantauan.Suaminya sedang duduk di teras,

Kakek : Ma, ambilkan papa tehnya, dong!

Nenek : Tidak usah panggil saya Ma, kita sudah tua, sudah kakek nenek. Anak-anak kita juga sudah dewasa bahkan ada yang sudah memiliki anak. Kita sudah menjadi kakek dan nenek.

Kakek : Ya sudah kalau begitu, Nek ambilkan kakek tehnya!

Nenek : Memangnya saya terlihat tua makanya Anda panggil saya nenek?

Kakek : Lohhh, bagaimana sih dipanggil mama tidak mau dipanggil nenek marah?
Tetangga yang mendengar kegaduhan mereka ikut menimpali.

Pak Sukri : Kalian selalu bertengkar seperti muda-mudi yang masih pacaran.

Kakek : Maunya sih, begitu pak Sukri, tapi apa daya kulit sudah mengendur.

Bu Sukri : Memangnya kalau kulit mengendur disebut tua ya,Pak?

Nenek : Dia selalu berlagak seperti anak muda, padahal mengangkat kursi saja kentutnya keluar.
Tiba-tiba datang Bu Karni,anak pertama suami-istri tersebut beserta anaknya Yuli dan PakKarni suami Bu Karnimengunjungi orang tua dan kakeknya. Karni membawakan oleh-oleh luar kota untuk kedua orangtuanya.

Kakek : Sudah berapa tahun kamu tidak mengunjungi ayah dan ibumu ini,Karni?

Yuli : Kakek memang pikun, baru sebulan yang lalu kami kemari.

Nenek : Dia memang pikun, kadang sampai lupa kalau dia sudah makan sampai enam kali sehari.

Pak Karni : Wah, kalau begitu nanti badan Bapak akan gendut seperti pemain sumo.

Bu Karni : Kalau badan Bapak gendut kasihan Ibu nanti disenggol sedikit langsung melayang.

Nenek : Huusss, kamu kira Ibu tidak memiliki kekuatan untuk melawan badan sumo bapakmu? Tenaga Ibu masih kuat seperti anak muda.

Bu Sukri : Ternyata suami istri sama saja, tidak mau kalah mengaku muda.

Sepuluh Orang

Ing desa Taman tirto nyelenggara patemoning pemuda ing 40 taun
(Anto, Murti, Tejo, Jalal, Sri, Mawar, Radit, Tio, Melati, lan Cempaka)

Anto : Wengiiki kita bakal nemtokake apa kegiatan sing bermanfaat lan kompetisi sing dianakakekanggomengeti 40 taun desa Tamantirto. Apa anaususlluwih inovatif saka kanca? Utawa kita bakal nahan balapan lan kegiatan kaya taun kepungkur?

Jalal : Kita kudu mikir babagan aktivitas lan kompetisi sing rada beda supaya wong ora bosen.

Murti : Aku ngajak nyengkuyung kontes puisi lannyusun babagan lingkungan desa kanggo bocah-bocah supaya ekspresi, pamikiran lan keterampilan ing sastra lan seni disalurake.

Mawar : Sarujuk. Saliyanengasah bakat,kontes puisi ugamigunaniminangka sarana pendidikan kanggo wong-wong mau.

Tio : Aku ngusulake kegiatan sajrone karya bakti, kita bakal mbantu anak yatim piatu lan wong miskin oramunging desa kita nangingugaing desa-desa tetanggan.

Cempaka : Aku seneng banget karo gagasan Tio, supaya kita orasenenging dina kuwi, nanging kabeh dianggep minangka wong saka desa.

Radit : Lajeng kita mbetahakenkathah dana kanggenindakaken tugas.

Tejo : Aku bakal nggawe proposal sing ditujokakekanggo kepala desa babagan kegiatan, kompetisi lan biaya sing dibutuhake. Sakdurunge kita dibagi ingngarep sing njupuk care saka balapan lan sing njupuk care saka aktivitas.

Mawar : Kita bakal mbagi sumbangan berupa dhuwitutawa barang? Yen barang-barang kui saya sukarela ing sesi pameran.

Melati : Ya, kita kudu ngedistribusikan barang-barang keperluan sapertos lenga, beras lan gula. Aku nggabung karo Mawar.

Sri : Kanggo konsumsi umum, aku saranakkenggawe beras kuning lan es woh dadi luwih bervariasi lan panganan sing menarik amarga warna-warna.

Tejo : Inggih, Sri mbagi konsumsi kaliyan Cempaka.

Cempaka : Aku setuju, aku bakal mulai nggoleki barang-barang konsumen sesuk.

Radit : Oke, kanca-kancaliyane sing oraduwe tugas gabung karo aku kanggonyedhiyakake peralatan lan dekorasi acara panggung.

Anto : Oke, kabehkanca kita bengiiki, kita terus esuk sore.

Demikianlah informasi yang bisa kami bagikan tentang contoh naskah drama singkat dengan berbagai tema. Semoga bermanfaat.

Cara Daftar Go Food via Online Terbaru dan Terlengkap 2019

Trisna Wati
3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *