Kerajaan Islam di Indonesia dan Penjelasan Singkatnya

3 min read

Kerajaan Islam di Indonesia dan Penjelasan Singkatnya

Kerajaan Islam di Indonesia – Perlu untuk diketahui terlebih dulu bahwa pada dasarnya sejarah masuknya agama Islam di Indonesia sebagian besar dipengaruhi oleh banyak faktor. Negara Indonesia pada dasarnya lebih dikenal sebagai salah satu negara Islam terbesar di dunia. Makanya tepat sekali jika pada ulasan kali ini kami akan membahas mengenai kerajaan Islam di Indonesia, lengkap dengan penjelasan singkatnya.

Setidaknya ada lebih dari 85% penduduk yang tinggal di negara Indonesia menganut agama Islam. Fakta menarik mengenai penduduk Indonesia adalah lebih dikenal ramah dan baik. Tidak heran jika yang demikian ini membuat semakin banyak pula wisawatan yang berkunjung ke Indonesia. Tidak hanya untuk urusan jalan – jalan atau wisata saja, tetapi sebagian dari mereka juga ada yang melakukan proses perdagangan di Indonesia.

Kerajaan Islam di Indonesia dan Penjelasan Singkatnya

Kerajaan Islam Banjar

Kerajaan Islam Banjar
Photo by Idntimes.com

Kerajaan Islam di Indonesia pertama yang akan kami rangkumkan adalah kerajaan Islam Banjar. Berdiri sejak tahun 1520 silam di Kalimantan Selatan, kerajaan tersebut ada di bawah kepemimpinan Reden Samudra. Munculnya kerajaan Islam Banjar ini tentu saja ada kaitannya dengan runtuhnya kerajaan Daha atau kerajaan Nagaradaha, dimana pada saat itu telah berkuasa di daerah Banjar.

Mendapat bantuan kerajaan Islam Demak, hingga akhirnya kerajaan Islam Banjar berhasil meruntuhkan kerajaan Daha. Tetapi demikian, untuk mendapat bantuan tersebut, tentunya kerajaan Islam Banjar harus mematuhi syarat dan ketentuan yang berlaku, yakni harus terlebih dulu memeluk agama Islam.

Kepoin Yuk!  Cara Menghitung Persen dengan Cepat Lengkap dengan Contohnya

Luar biasanya, proses Islamisasi yang dilakukan kerajaan Demak ini bisa dibilang cukup pesat sekali. Hingga akhirnya di kerajaan Islam Banjar tersebut ada ulama yang bisa dibilang cukup terkenal sekali, yakni Syeh Muhammad Arsyad Al-Banjari. Salah satu peninggalan paling bersejarah dari kerajaan Islam Banjar yang hingga kini masih tetap dirawat dengan baik adalah Candi Agung Amuntai dan Masjid Sultan Suriansyah.

Kerajaan Sukadana (Tanjungpura)

Kerajaan Sukadana (Tanjungpura)
Photo by Pontianakpost.co.id

Perlu diketahui bahwa ibukota dari kerajaan Tanjungpura hingga beberapa kali alami perpindahan dari satu tempat ke tempat yang lain. Penyebab utamanya adalah kerajaan Tanjungpura berpindah ibukota, terutamanya pada saat terjadinya serangan dari kawanan perampok atau yang biasanya dikenal sebagai Lanon.

Konon katanya, di masa itu sepak terjang dari gerombolan Lanon ini sangat kejam sekali, bahkan cukup meresahkan penduduk. Peninggalan bersejarah dari kerajaan Islam Sukadana atau Tanjungpura adalah Makam Tua dan Negeri Batu.

Kerajaan Islam Ternate

Kerajaan Islam Ternate
Photo by Liputanindonesianews.com

Tahukah Anda bahwa di Maluku ada 4 kerajaan, yakni Obi, Bacan, Tidore, dan Ternate. Dimana dari ke-4 kerajaan tersebut ternyata kerajaan Ternate dan Tidore ini merupakan salah satu kerajaan yang alami perkembangan cukup pesat sekali. Alasannya, Ternate dan Tidore diklaim sebagai kerajaan sumber rempah – rempah yang sangat besar.

Ada banyak sekali pedagang yang berdatangan untuk lakukan perdagangan di kerajaan Ternate, tidak hanya untuk urusan bertransaksi perdagangan akan tetapi mereka juga turut menyebarkan agama Islam. Lalu untuk peninggalan kerajaan Islam Ternate ini adalah Istana Sultan Ternate, Makam Tua, Masjid Jami Sultan Ternate, Al-Quran Tulisan Raja, Tombak, Tempat Berdoa, Pedang, Singgasana, Tameng, dan Senapan.

Kerajaan Islam Tidore

Kerajaan Islam Tidore
Photo by Dictio.com

Kerajaan Islam di Indonesia yang selanjutnya adalah kerajaan Islam Tidore. Kerajaan tersebut ada di bagian selatan dari kerajaan Islam Ternate. Berdiri sejak tahun 1801 silam dengan raja pertamanya, yakni Muhammad Naqil. Agama Islam di masa kerajaan Islam Tidore ini menjadi salah satu agama resmi kerajaan Tidore. Bahkan disahkan oleh raja Tidore yang ke-11, yakni Sultan Djamalludin.

Kepoin Yuk!  Sistem Peredaran Darah Pada Manusia - Skema dan Perbedaannya

Dikenal sebagai penghasil rempah – rempah paling banyak di Maluku. Bahkan banyak sekali bangsa Eropa yang lakukan perdagangan di kerajaan Tidore tersebut, seperti Portugis, Belanda, dan Spanyol. Sempat mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Sultan Nuku. Namun demikian, dengan sumber rempahnya yang terbilang sangat berlimpah tersebut sehingga membuat Spanyol mengadu domba kedua kerajaan maju ini, yakni Tidore dan Ternate. Akibatnya, tercipta perpecahan antara masyarakat Maluku. Terlepas dari hal tersebut, peninggalan paling bersejarah dari kerajaan Islam Tidore ini adalah Keraton Tidore dan Benteng Tore.

Kerajaan Islam Makassar

Kerajaan Islam Makassar
Photo by Contohtugas.com

Bisa dibilang, kerajaan Islam Makassar satu ini menjadi salah satu kerajaan yang cukup giat dalam menyebarkan ajaran agama Islam. Kerajaan Islam Makassar tersebut bahkan mencapai puncak kejayaannya pada saat pemerintahan Sultan Hasanuddin pada tahun 1654 – 1669. Dimana saat itu Belanda tak pernah menyerah untuk bisa menguasai kerajaan Islam Makassar, tetapi Sultan Hasanuddin cukup gigih dan kuat untuk hadapi Belanda.  

Tetapi demikian, pada saat terjadinya perseteruan antara Sultan Hasanuddin dan Aru Palaka dimanfaatkan oleh Belanda untuk lakukan adu domba. Belanda pun memihak pada Aru Palaka untuk terus memerangi Sultan Hasanuddin. Dimana dalam peperangan tersebut Makassar ternyata hampir runtuh, sehingga mengakibatkan Sultan Hasanuddin membuat suatu perjanjian damai, yang dulu dikenal dengan sebutan Perjanjian Bongaya tahun 1667.

Peninggalan dari kerajaan Islam Makassar yang ada sampai saat ini diantaranya Benteng Ford Ratterdem, Masjid Katangka, Makam Syekh Yusuf, Batu Pallantikang, dan Kompleks Makam Katangka.

Kerajaan Samudra Pasai

Kerajaan Samudra Pasai
Photo by Romadecade.org

Perlu untuk diketahui juga bahwa kerajaan Islam di Indonesia yang berikut ini berdiri pada abad yang ke-13. Letak kerajaan Samudra Pasai tersebut ada di daerah Aceh Utara, tepatnya di kabupaten Lokseumawe. Kerajaan Islam Samudra Pasai adalah gabungan dari kerajaan Pase dengan kerajaan Peurlak. Tepatnya di tahun 1297, Sultan Malik Al Saleh wafat dan kemudian digantikan oleh Sultan Mahmud.

Kepoin Yuk!  CSR Adalah? Ketahui Pengertian, Fungsi, dan Contoh CSR Perusahaan Disini!

Lalu untuk selanjutnya kerajaan Samudra Pasai dipimpin Sultan Malik Al Tahir tahun 1326. Dimana pada masa kepemimpinan Sultan Malik Al Tahir tersebut koin emas menjadi mata uang. Namum seiring dengan perkembangannya, kerjaan Pasai menjadi pusat perdagangan dan penyebaran agama Islam. Beberapa peninggalan paling bersejarah dari kerajaan Islam satu ini adalah Naskah Surat Sultan Zainal Abidin, Cakra Donya, Makam Sultan Malik A Saleh, Makam Ratu Al-Aqla, Makam Zain A-Abidin Malik Az-Zahir, dan Stempel Kerajaan Samudra Pasai.

Kerajaan Aceh Darussalam

Kerajaan Aceh Darussalam
Photo by Angalul.com

Berdiri sejak tahun 1514 silam, kerajaan tersebut awalnya dipimpin oleh Sultan Ibrahim atau Ali Mugayat Syah. Memerintah kerajaan Aceh Darussalam kurang lebih selama 10 tahun, menurut prasasti yang ditemukan pada batu nisan Sultan Ali Mugayat Syah. Meskipun hanya sebentar, akan tetapi beliau ternyata mampu menjadikan kerajaan Aceh Darussalam ini menjadi kokoh dan besar. Berada di Aceh Besar, kerajaan tersebut berjaya di masa pemerintah Sultan Iskandar Muda tahun 1607 – 1636.

Kemunduran kerjaan Islam di Indonesia satu ini disebabkan oleh banyak faktor, contohnya seperti semakin menguatnya kekuasaan Belanda yang ada di Pulau Sumatera dan Selat Malaka yang ditandai dengan jatuhnya wilayah Minangkabau, Tiku, Siak, Mandailing, Tapanuli, Deli, Bengkulu, dan Barus. Adapun peninggalan kerajaan Aceh Darussalam sendiri diantaranya Masjid Raya Baiturrahman, Gunongan, Benteng Indrapatra, Makam Sultan Iskandar Muda, Uang Emas Kerajaan Aceh Darussalam, dan Mariam Kerajaan Aceh Darussalam.

Nah, itulah informasi yang bisa kami bagikan tentang kerajaan Islam di Indonesia dan penjelasan singkatnya. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *