Contoh Proposal Usaha, Lengkap!

3 min read

Berikut akan ditunjukkan dua contoh proposal usaha. Namun sebelumnya, apa yang dimaksud proposal usaha? Proposal usaha pada umumnya adalah dokumen yang Anda kirim ke calon klien, menguraikan layanan yang Anda tawarkan, dan menjelaskan mengapa Anda adalah orang terbaik untuk pekerjaan itu. 

Proposal usaha dapat diminta atau tidak diminta. Untuk proposal yang diminta, calon klien akan mengajukan permintaan untuk proposal, sedangkan untuk roposal yang tidak diminta, Anda mendekati klien dengan harapan menarik bisnis mereka meskipun mereka tidak secara eksplisit meminta proposal.

Contoh Proposal Usaha Kecil Toko Oleh Oleh

Contoh proposal usaha ini ditujukan untuk sebuah pusat Toko Oleh-Oleh terbesar disuatu wilayah.

A. Judul proposal usaha: Makanan Organik Granola ETC

B. Rencana produk

Granola ETC telah diuji rasa oleh teman dan tetangga di seluruh Kota, dan mereka semua memberikan sambutan hangat. Perusahaan ini dimiliki dan dipimpin langsung oleh penduduk lokal lama, Mary B. dan Donna M. Perusahaan juga telah memiliki semua izin dan lisensi.

Bahkan juga mempunyai sertifikat yang diperlukan untuk membuat dan menjual produk makanan organik secara legal baik secara grosir maupun eceran. Kami mengusulkan untuk memulai dengan pengiriman awal satu hingga dua karton yang berisi 36 kantong, masing-masing berisi 12 ons Granola ETC terbaik. 

Kami bermaksud untuk membantu mengumumkan produk ini kepada pelanggan Anda dengan mengadakan serangkaian sesi pengambilan sampel harian di dalam toko. Kami akan berada di sana untuk memberikan sampel gratis kepada pelanggan Anda dan untuk menjawab pertanyaan mereka. 

Meskipun produk kami memiliki masa expired selama enam bulan ke depan, kami yakin bahwa begitu pelanggan Anda merasakan granola kami, produk itu akan segera terbang dari rak dalam waktu singkat. Kami akan membebankan Toko Oleh-Oleh sebesar Rp.1.125.000 per karton 36 kantong Granola ETC terbaik. 

Ini menghasilkan harga grosir Rp. 31.000 per kantong, yang berarti harga rak Rp. 62.000 per kantong di markup standar. Ini bersaing dengan lini Granola teratas yang saat ini Anda bawa. Untuk pesanan selanjutnya, satu hingga lima karton dapat dikirimkan dalam tiga hari kalender setelah kami menerima pesanan. Untuk lebih dari lima karton, harap tunggu satu minggu untuk pengiriman. Pembayaran untuk semua pesanan harus dibayarkan pada saat pengiriman.

C. Keunggulan produk

  • Dimiliki oleh penduduk lokal sejak lama
  • Diproduksi dan dikemas dalam dapur komersial 
  • Memiliki semua izin, lisensi, dan sertifikat yang diperlukan untuk membuat dan menjual produk makanan organik secara legal baik secara grosir maupun eceran

D. Bahan yang dibutuhkan

  • Daging (100 kg) 
  • Telur (50 kg) 
  • Susu murni (3 tong) 
  • Sayuran (50 kg) 
  • Garam (10 plastik)

E. Proses pembuatan produk

  • Persiapkan bahan-bahan 
  • Campur semua bahan dan giling
  • Masak sekitar 30 menit dengan suhu sedang
  • Bila sudah matang, dinginkan terlebih dahulu
  • Sekarang masuk tahap packaging

F. Analisis SWOT

  • Strength

Kesadaran dan keinginan masyarakat untuk mengubah gaya hidupnya menjadi gaya hidup sehat semakin meningkat. 

  • Weakness

Bahan makanan organik harganya tidak stabil. 

  • Opportunity

Toko Oleh-Oleh saat ini memasok lima merek nasional produk Granola organik dan alami, tetapi tidak memiliki produk lokal dalam kategori ini. Pelanggan Toko Oleh-Oleh, selain sadar akan kesehatan dan sadar lingkungan, juga berbagi pandangan yang mendukung gerakan toko lokal. 

Dengan menambahkan merek lokal ke stok granola mereka, Toko Oleh-Oleh dapat membantu memenuhi permintaan pelanggan akan produk lokal. Ini akan menambah pendapatan, meningkatkan loyalitas pelanggan dan menarik pelanggan baru.

  • Threat

Banyak produsen makanan organik yang sudah lebih dulu menguasai pasar di wilayah ini. 

G.  Perencanaan biaya

Biaya produksi harian:

  • Daging (100 kg) Rp 3.500.000
  • Telur (50 kg) Rp 650.000
  • Susu murni (3 tong) Rp 900.000
  • Sayuran (50 kg) Rp 400.000
  • Garam (10 plastik) Rp 30.000


Total Biaya bahan baku Rp 5.480.000

Proyeksi Penjualan per hari = Rp 8.500.000

Laba bersih = Rp 8.500.000 – Rp 5.480.000 = Rp 3.020.000

Jadi, laba bersih per hari yang akan diterima Rp 3.020.000

Contoh Proposal Usaha Kecil Bakery

A. Judul proposal usaha: Rena Bakery

B. Rencana produk

Bakery merupakan sebuah tempat atau lebih tepatnya toko yang menjual kue berukuran kecil yang memiliki cita khas rasa pada masing-masing nama kue dan cocok untuk dijadikan sebagai camilan.

C. Keunggulan produk

  • Rena bakery merupakan kue nikmat, lezat, bergizi, halal, dan BPOM.
  • Harga dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat dari level bawah sampai kelas atas.
  • Rena bakery hadir dengan berbagai varian rasa.

D. Bahan yang dibutuhkan

  • Tepung terigu: 34 kg
  • Mentega: 17 kg
  • Telur: 70 butir
  • Gula pasir: 17 kg
  • Garam: 200 gram
  • Ragi: 1.000 gram
  • Isi roti: selai nanas, strawberry, coklat ( 6 kg)

E. Proses pembuatan produk

  • Persiapkan bahan-bahan untuk pembuatan roti seperti tepung terigu, mentega, telur, gula pasir, garam, ragi, dan selai 
  • Sekarang saatnya menimbang bahan-bahan tersebut sesuai takaran
  • Campurkan tepung terigu, mentega, telur, gula pasir, garam, ragi, dan selanjutnya aduk menggunakan mixer. Masukkan air secukupnya dan diamkan selama 10 menit setelah menjadi adonan (ini bertujuan agar mengembang secara maksimal).
  • Bagi adonan sesuai keinginan
  • Bentuk roti dari adonan tersebut
  • Oven kurang lebih 15 menit (170ºC) pada Loyang besar
  • Keluarkan roti dan diamkan sekitar 1 jam agar roti dingin
  • Lakukan pengemasan setelah roti benar-benar dingin

F. Analisis SWOT

  • Strength

Antusias masyarakat terhadap bakery sangat tinggi .

  • Weakness

Produk roti mudah ditiru dan tidak mampu bertahan lama.

  • Opportunity

Budaya konsumtif masyarakat terhadap camilan utamanya roti menjadi peluang utama untuk meraih keuntungan dengan menjual roti yang memiliki varian rasa.

  • Threat

Banyak produsen bakery yang sudah terlanjur memiliki nama di wilayah ini.

G. Perencanaan biaya

Biaya produksi harian:

  • Tepung terigu (33 kg) Rp. 250.00
  • Selai (6 kg) Rp. 40.000
  • Gula pasir ( 17 kg) Rp. 180.000
  • Mentega (17 kg) Rp. 160.000
  • Telur ( 70 butir) Rp. 110.000
  • Ragi (1.000 gram) Rp. 50.000
  • Garam (15 plastik) Rp. 45.000
  • Plastik ( 90 buah) Rp. 100.000


Total Biaya bahan baku Rp 935.000

Proyeksi Penjualan per hari = Rp 1.800.000

Laba bersih = Rp 1.800.000 – Rp 935.000 = Rp 855.000

Jadi, laba bersih per hari yang akan diterima Rp 855.000.

Akhiri proposal usaha Anda dengan menegaskan kembali betapa sulitnya masalah klien dan seberapa sempurna solusi Anda. Akhiri dengan menentukan kapan Anda akan menelepon atau mampir untuk menjawab pertanyaan yang mereka miliki tentang proposal tersebut.

8 Aplikasi Perekam Layar PC Terbaik

Ncang Beryl
3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *